Program Belajar Membaca Kata Tanpa Berakhiran Milik SLB Putra Harapan Waru Mampu Mengatasi Learning Loss Selama PTMT

Learning Loss (Kehilangan Pembelajaran) merujuk kepada sebuah kondisi hilangnya sebagian kecil atau sebagian besar pengetahuan dan keterampilan dalam perkembangan akademis yang biasanya diakibatkan oleh terhentinya proses pembelajaran dalam dunia pendidikan. Learning loss menurut The Glossary of Education Reform (https://edglossary.org/) diartikan sebagai kehilangan atau keterbatasan pengetahuan dan kemampuan yang merujuk pada progres akademis, umumnya terjadi karena kesenjangan yang berkepanjangan atau diskontinuitas dalam pendidikan. Untuk mengatasi masalah tersebut, SLB Putra Harapan Waru mengadakan PTMT untuk para siswa yang selama ini menerapkan pembelajaran jarak jauh/ daring.

SLB Putra Harapan tidak mengadakan PTMT (Pembelajaran Tatap Muka Terbatas) tanpa program dan rencana pembelajaran yang matang. Kami merencanakan sebuah program dimana siswa dapat melaksanakan proses pembelajaran dengan sebuah target yang dapat dicapai walaupun pembelajaran hanya dilaksanakan dalam waktu satu jam. Program ini terdiri dari beberapa target kurikulum yaitu: Verbal behaviour, Activity Daily Living (ADL), Membangun konsentrasi, Berhitung, Mengenal huruf konsonan, Membaca kata tanpa berakhiran, Membaca kata berakhiran, Pemahaman kalimat tunggal, Menulis, Komunikasi 2 arah dan Keterampilan kerja. Masing-masing target pembelajaran dilaksanakan selama 3 bulan kemudian diadakan evaluasi program untuk mengetahui siswa telah mampu melampaui target yang telah ditetapkan atau tidak. Bagi siswa yang mampu melampaui target maka akan diberikan target selanjutnya namun bagi siswa yang belum mampu melampaui target maka guru akan mengkaji ulang tentang faktor apa saja yang menyebabkan siswa gagal melampaui target. Program-program ini berisi materi pembelajaran sesuai dengan kebutuhan siswa namun dikemas dengan system fun learning. Jadi, siswa akan diajak bermain sambil belajar dalam waktu satu jam pelajaran.  Siswa akan menikmati proses pembelajaran yang diberikan oleh guru dan secara tidak langsung mampu memahami materi yang diajarkan tanpa ada rasa bosan. Selain berisi permainan edukatif, program ini juga dilengkapi dengan butir instrumen dari target pembelajaran dan penilaian sehingga para guru dapat melaksanakan assesmen dan mengetahui perkembangan belajar siswa selama PTMT.

https://www.youtube.com/watch?v=GxyaSELT7FA
Mari kita simak bersama video pembelajaran dari SLB Putra Harapan Waru yang menerapkan program fun learning selama PTMT

Pada video pembelajaran yang diajukan terdapat siswa Bernama Kiran. Kiran didiagnosa mengalami Autism Spectrum Disorder.Target pembelajaran yang ingin dicapai oleh orang tua Kiran adalah Kiran mampu membaca. Berdasarkan assesmen yang telah dilakukan sebelumnya, Kiran telah memahami huruf vokal dan konsonan. Maka dari itu, Kiran ditargetkan dapat membaca kata tanpa berakhiran selama 3 bulan kedepan terhitung mulai bulan Oktober hingga Desember. Agar proses pembelajaran dapat berjalan sesuai dengan program maka dibutuhkan alat-alat permainan edukatif sesuai dengan target belajar dan time table. Time table adalah gambar runtutan kegiatan yang akan dilakukan siswa selama proses pembelajaran. Time table dapat membantu siswa khusunya ABK untuk mengingat kegiatan apa saja yang harus dilakukan pada saat pembelajaran, karena anak-anak berkebutuhan khusus jauh lebih mudah mengingat hal yang runtut, runtutan kegiatan dapat membantu mereka beradaptasi dengan kegiatan sehari-hari dan runtut itu sendiri adalah sifat dasar dari time table. Kegiatan permainan yang disediakan untuk program membaca kata tidak berakhiran adalah 5 permainan yang dilakukan selama 1 jam.

Di awal pembelajaran, guru mengingatkan siswa untuk menerapkan protokol kesehatan seperti mencuci tangan dan memakai handsanitizer. Guru menyapa siswa dan bertanya tentang kabar siswa, guru bersama-sama dengan siswa melihat kalender untuk mengetahui hari, tanggal dan cuaca saat ini kemudian guru menerangkan kepada siswa tentang apa yang akan dipelajari hari ini. Siswa berdoa bersama dengan guru. Guru menunjukkan time table kepada siswa dan meminta siswa melakukan pembelajaran secara berurutan dari awal hingga akhir sesuai dengan gambar yang tertera pada time table.

Kegiatan pertama adalah bermain “membaca kartu kata”. Siswa diberikan kartu kata oleh guru dan diminta membaca kartu kata tersebut satu persatu. Terdapat dua macam kartu pada permainan ini yaitu kartu kata dan kartu gambar. Untuk siswa yang baru belajar diprogram ini maka guru akan menyediakan kartu kata beserta kartu gambar secara bersamaan sehingga siswa mengetahui bahwa kata yang dimaksud adalah sesuai dengan gambar. Siswa dapat mengingat setiap tulisan dari kata yang dimaksud sambil melihat kartu gambar dan kartu kata. Ketika siswa sudah cukup lama belajar diprogram ini (kurang lebih satu bulan) maka guru dapat menghilangkan kartu gambar dan menyuruh siswa fokus pada kartu kata sembari membacanya satu persatu.

Setelah siswa selesai membaca semua kartu kata yang diberikan maka kegiatan pertama pun dinyatakan selesai. Siswa akan melepas gambar kegiatan pertama yang terdapat pada time table dan beralih pada gambar dibawahnya, gambar kegiatan kedua. Permainan kedua bernama ‘kotak ajaib’ dimana siswa akan meletakkan semua kartu gambar kedalam sebuah kotak kemudian menata semua kartu kata diatas lantai . Siswa diminta mengucapkan mantra “simsalabim ambil satu gambar” kemudian siswa akan mengambil satu kartu gambar dari dalam kotak kemudian memasangkannya dengan kartu kata yang tepat diatas lantai. Siswa mengulangi setiap langkah dari kegiatan tersebut sampai semua kartu gambar telah terpasang dengan kartu kata yang benar.

Setelah selesai melaksanakan kegiatan kedua, siswa membereskan semua kartu kata dan kartu gambar yang bertebaran diatas lantai. Kemudian siswa mengambil time table dan melepaskan gambar kegiatan kedua yang tertempel diatasnya. Melanjutkan kegiatan, siswa melihat gambar kegiatan ketiga yang biasa disebut ‘susun kata’. Pada kegiatan ini, siswa diberikan huruf timbul untuk disusun sesuai dengan kartu kata yang diberikan. Kegiatan ini bertujuan agar siswa dapat memahami tulisan dari setiap kata yang dibaca. Guru memberikan siswa kartu kata kemudian siswa menyusun ulang kata tersebut menggunakan huruf timbul. Siswa lalu mencatat kata tersebut dibuku tulis. Namun, Kiran belum mampu menulis kata secara benar dibuku tulis karena belum mengetahui bentuk dan pola dari setiap huruf maka khusus untuk kasus seperti Kiran, guru menyediakan modul menebali huruf agar anak belajar menulis huruf terlebih dahulu sebelum menulis kata.

Setelah selesai menebali huruf, siswa membereskan semua alat permainan yang digunakan pada permainan ‘susun kata’ termasuk memasukkan modul menebali huruf kedalam tas. Siswa melihat kembali time table dan melepas gambar kegiatan ketiga. Siswa beranjak pada kegiatan keempat yaitu ‘karpet ajaib’. Siswa menyusun semua kartu gambar diatas lantai kemudian guru akan memberikan satu persatu kartu kata kepada siswa. Siswa akan membaca kartu kata tersebut dan memasangkannya dengan kartu gambar yang tepat. Siswa terus mengulangi langkah yang sama hingga semua kartu kata telah berhasil terpasang dengan kartu gambar yang ada diatas lantai.

Karpet ajaib telah selesai dimainkan, siswa membereskan semua kartu kata dan kartu gambar kemudian kembali melihat pada time table. Siswa melepas gambar kegiatan keempat dan bersiap melakukan permainan terakhir yaitu ‘duduk dikursi kata’. Terdapat lima kursi yang tertata rapi didepan siswa dengan masing-masing satu kartu kata berada diatasnya. Guru menunjukkan kartu gambar pada siswa dan siswa harus mencari kartu kata yang tepat kemudian duduk dikursi yang diatasnya terdapat kartu kata tersebut. Siswa bersama-sama dengan guru melakukan permainan ini hingga semua kartu kata diatas kursi berhasil terbaca oleh siswa.

Diakhir permainan, siswa melepas gambar terakhir yang terdapat pada time table hingga time table kosong. Time table kosong menandakan bahwa permainan sudah berakhir dan pembelajaran telah berhasil dilakukan. Siswa bersama-sama dengan guru mereview pembelajaran hari ini dengan membaca kartu kata yang termudah hingga tersulit. Guru memberikan feedback pembelajaran tentang apa saja yang harus ditingkatkan oleh siswa kedepannya. Guru juga memberi reward pujian dan tepuk tangan untuk siswa untuk memotivasi siswa dan apresiasi karena sudah melakukan yang terbaik pada proses pembelajaran hari ini, Guru juga menyampaikan informasi tentang pembelajaran yang akan dilakukan oleh siswa keesokan harinya sehingga siswa dapat mempersiapkan diri pada esok hari. Pembelajaran hari ini ditutup dengan berdoa sesudah belajar.

Program ini diharapkan dapat mengatasi Learning loss yang disebabkan oleh ketidakefektifan pembelajaran selama proses pembelajaran jarak jauh. PTMT SLB Putra Harapan Waru, disertai program fun learning yang mampu mengisi pembelajaran efektif untuk para siswa di SLB Putra Harapan dimana semua siswanya memiliki keterbatasan dan hambatan belajar sehingga waktu satu jam belajar disekolah dapat membuahkan hasil yang baik dan target yang ditentukan dapat tercapai.

 

Penulis: Jayanti Putri Permatasari, S.Pd

Editor: Jayanti Putri Permatasari, S.Pd

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.