Project Based Learning Ala SLB Putra Harapan Sidoarjo

Project Based Learning adalah metode pembelajaran yang menggunakan proyek/kegiatan sebagai media.Project Based Learning (PBL) juga dapat diartikan sebagai pendekatan pengajaran yang dibangun di atas kegiatan pembelajaran dan tugas nyata yang memberikan tantangan bagi peserta didik yang terkait dengan kehidupan sehari-hari untuk dipecahkan secara berkelompok. Dibulan Maret 2022, SLB Putra Harapan mengadakan kegiatan PBL untuk pertama kalinya. Para guru kelas merencanakan kegiatan apa yang akan dilaksanakan untuk Project Based Learning mulai dari tema, tujuan, manfaat kegiatan tersebut untuk para siswa hingga proses pelaksanaan. Program ini dilaksanakan sesuai jadwal PBL kelas masing-masing dimulai pada tanggal 28 Maret 2022 hingga 31 Maret 2022. Kegiatan PBL ini dilakukan bersama-sama dengan guru, siswa dan orang tua siswa selama satu hari penuh belajar dilingkungan luar sekolah.

SLB Putra Harapan mengusung banyak tema kegiatan untuk PBL dibulan Maret yang sangat bermanfaat untuk siswa dan berkaitan dengan kehidupan sehari-hari para siswa sehingga para siswa dapat belajar dari kegiatan yang telah dilaksanakan dan mampu menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari. Learning by doing, itulah yang ingin diterapkan oleh para guru SLB Putra Harapan dalam program ini agar pembelajaran lebih mengena dan membekas diingatkan para peserta didik karena kegiatan PBL SLB Putra Harapan dikemas dengan sangat baik dan menyenangkan oleh para guru.

Tema-tema yang diusung pada PBL kali ini antara lain: Cooking Class, Kewirausahaan, Planting, Pelayanan Sosial, Prakarya, Bina Diri dan Grocery Shopping. Tema kegiatan-kegiatan diatas dikemas dengan alur kegiatan yang menyenangkan namun tetap memiliki sisi pembelajaran yang bermanfaat untuk kehidupan siswa sehari-hari. Contohnya saja PBL kelas TK bu Agnes yang berkolaborasi dengan  kelas 2A Bu Putri. Kedua kelas tersebut mengangkat tema Cooking class dengan kegiatan ‘Rujakan’. Dimana para siswa, guru dan orang tua berkumpul disalah satu rumah siswa pada hari Rabu tanggal 30 Maret 2022 untuk melakukan kegiatan rujakan. Kegiatan ini bertujuan untuk melatih kemandirian siswa dalam menyiapkan alat dan bahan yang akan digunakan selama proses rujakan. Selain itu, motorik halus siswa juga dapat terasah ketika melakukan kegiatan karena siswa diajarkan cara menumbuk kacang dan memotong buah yang benar. Dari sisi sosial, siswa juga diajarkan bersosialisasi dengan teman, saling membantu ketika proses membuat rujak serta konsep berbagi makanan ketika memakan rujak bersama-sama. Para guru dan juga orang tua menjadi lebih akrab dan memiliki cukup ‘quality time’ bersama.

Kegiatan rujakan siswa TK dan kelas 2A ini dimulai dengan pembagian alat dan bahan yang harus dibawa siswa pada saat PBL berlangsung. Alat dan bahan dikumpulkan menjadi satu untuk kemudian diidentifikasi bersama oleh guru dan siswa sehingga siswa mampu mengidentifikasi bahan dan buah apa saja yang disajikan pada saat rujakan. Siswa mengenal bumbu rujak yang terdengar asing bagi mereka seperti terasi, asam dan garam. Setelah selesai mengidentifikasi alat bahan, siswa bersama dengan orang tua dan guru membuat bumbu rujak dimana tugas siswa adalah menumbuk kacang hingga halus untuk kemudian diolah oleh para orang tua menjadi bumbu rujak yang lezat. Kegiatan selanjutnya adalah memotong masing-masing buah seperti nanas, pepaya, bengkoang dan mentimun. Para siswa antusias dan sangat senang belajar hal baru dan mengetahui bahwa mereka mampu membuat rujak seperti yang biasa dilakukan orang dewasa. Setelah semua bumbu dan buah sudah siap, siswa kemudian diajarkan untuk plating rujak pada wadah yang disiapkan dan akhirnya mereka bisa mencicipi rujak yang sudah mereka buat. Diakhir kegiatan ini, para guru menyampaikan tugas untuk tindak lanjut dari kegiatan PBL yang telah dilaksanakan yaitu satu bulan dari tanggal tersebut yaitu pada tanggal 20 April 2022, setiap siswa wajib mengumpulkan satu video ketika sedang menumbuk kacang untuk siswa TK dan memotong buah untuk siswa SD kelas 2A.

Kegiatan-kegiatan PBL yang ringan dan mudah seperti ini ternyata bermanfaat untuk siswa ketika melakukan kegiatan sehari-hari. Siswa menjadi paham tata cara memotong buah dan menumbuk kacang. Tidak perlu melakukan sesuatu yang besar untuk terlihat bagus, melatih hal kecil yang mampu dilakukan sehari-hari saja sudah menjadi bekal yang sangat bermanfaat untuk para siswa dikemudian hari.

 

Penulis: Jayanti Putri Permatasari, S.Pd

Editor: Jayanti Putri Permatasari, S.Pd

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.