PROJECT BASED LEARNING : AKU CINTA LINGKUNGAN KELAS III SLB PUTRA HARAPAN

PROJECT BASED LEARNING : AKU CINTA LINGKUNGAN

 

Kamis, 31 Maret 2022 siswa-siswi kelas 3 SDLB Putra Harapan mengikuti kegiatan PBL (Project Based Learning) atau pembelajaran berbasis proyek. Tema yang diangkat adalah Aku Cinta Lingkungan. TPST Janti Waru menjadi lokasi kegiatan PBL tersebut. TPST adalah singkatan dari Tempat Pengolahan Sampah Terpadu. Dengan melakukan kunjungan langsung ke TPST anak-anak akan belajar secara langsung untuk melihat dan mengamati cara pengolahan sampah. Kegiatan PBL ini bertujuan untuk menumbuhkan rasa peduli terhadap lingkungan, mengetahui cara memilah sampah, mengetahui cara pengolahan sampah, serta untuk melatih kemandirian dan kreativitas siswa. Manfaat dari kegiatan PBL tema Aku Cinta Lingkungan yaitu agar siswa dapat mengetahui macam-macam jenis sampah, siswa dapat membuang sampah sesuai jenisnya dan siswa dapat membuat barang bernilai daya guna.

 

Kegiatan PBL dikemas dengan menarik agar memberikan kesan kepada anak-anak untuk selalu menjaga lingkungan. Kegiatan pagi itu dimulai dengan salam, menyapa anak-anak serta berdoa. Kemudian Bu Hikma sebagai guru kelas 3B melakukan review mengenai cerita berjudul Petualangan Botol Plastik. Setelah melakukan tanya jawab kepada anak-anak, Bu Hikma menjelaskan mengenai tujuan kegiatan hari itu serta langkah-langkahnya. Kemudian Bu Hikma mengajak anak-anak untuk mengambil kantong sampah yang sudah dibawa dari rumah. Anak-anak di ajak untuk mengamati lingkungan sekitar, seperti mencari keberadaan tempat sampah dan memungut sampah yang ada di sekitar taman. Anak-anak di pandu dengan orangtua terlihat semangat memungut sampah. Setelah sampah terkumpul kami pergi menuju TPST Janti.

Sesampainya disana, kami di sambut oleh staf TPST, yaitu Bapak Dwi dan Bapak Heri.  Kegiatan di awali dengan ramah tamah dilanjutkan dengan sosialisasi. Di pandu dengan Pak Dwi, anak-anak diberi edukasi mengenai pentingnya menjaga lingkungan serta mengelola sampah. Kemudian, anak-anak diperkenalkan macam-macam jenis sampah. Ada tiga macam jenis sampah, yaitu sampah organik, anorganik dan B3. Sampah organik adalah sampah yang berasal dari sisa-sisa makhuluk hidup yang dapat terurai secara alami, seperti sayur, buah, dan sisa makanan. Sampah anorganik merupakan sampah yang tidak mudah membusuk dan sangat susah terurai, seperti botol plastik, kantong plastik dan kaleng. Sedangkan sampah B3 adalah sampah yang mengandung bahan berbahaya, seperti baterai, lem atau botol pembersih kamar mandi. Pak Dwi menunjukkan beberapa contoh jenis sampah. Anak-anak praktek memilah sampah yang sudah dibawa sesuai dengan jenisnya. Anak-anak terlihat cukup antusias sebab ini adalah pengalaman pertama bagi mereka.

Setelah diberi edukasi mengenai jenis-jenis sampah kami di ajak berkeliling TPST untuk melihat pengelolaan sampah yang ada disana. Saat sampah datang di TPST semua sampah akan dikumpulkan menjadi satu lalu dipilah berdasarkan jenisnya. Sampah kering dan sampah basah akan dipisah. Tujuannya untuk memudahkan dalam mengelola sampah. Sampah harus segera dikelola agar tidak menimbulkan bau. Sedangkan untuk sampah anorganik akan di ambil oleh pengepul untuk di jual kembali atau di daur ulang.

Sampah organik akan di kelola menjadi pupuk kompos. Kami diberi penjelasan mengenai cara pembuatan kompos. Langkah-langkahnya yaitu sampah organik akan dimasukkan kedalam mesin penggiling. Setelah di giling sampah organik akan di diamkan sekitar 10 minggu / 2 bulan setengah. Setelah di diamkan kemudian digiling lalu di ayak kemudian barulah menjadi kompos. Kami juga di ajak melihat tempat penyimpanan kompos yang siap di gunakan. Kami memegang kompos secara langsung, terlihat anak-anak ketakutan (jijik) namun Pak Dwi menjelaskan bahwa kompos tidak bau. Anak-anak pun mencium bau kompos.

Setelah kami berkeliling TPST kami duduk kembali dan melakukan diskusi. Tidak lupa kami menanyakan apa saja yang sudah dipelajari hari ini dan bagaimana perasaan anak-anak. Anak-anak senang meski tidak nyaman dengan bau sampah. Kegiatan hari itu ditutup dengan pesan agar anak-anak selalu menjaga lingkungan. Anak-anak juga di ingatkan kembali agar selalu membuang sampah di tempatnya. Setelah selesai kami berpamitan pulang dan kembali menuju ke sekolah. Kami diberi oleh-oleh berupa kompos.

Penulis: Hikmatul Maulidyah, S.Ag

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.