
SLB Putra Harapan kembali menyelenggarakan kegiatan Sinau Bareng sebagai wadah berbagi ilmu dan pengalaman bagi orang tua, guru, serta masyarakat. Pada kesempatan kali ini, tema yang diangkat adalah “Strategi Melatih Regulasi Emosi Anak Berkebutuhan Khusus”.
Regulasi emosi merupakan salah satu keterampilan penting yang perlu dikembangkan sejak dini, terutama pada anak berkebutuhan khusus. Kemampuan ini membantu anak mengenali, memahami, dan mengelola emosinya sehingga dapat berinteraksi, belajar, serta menjalani aktivitas sehari-hari dengan lebih baik.
Regulasi emosi adalah kemampuan anak untuk mengenali perasaannya, mengungkapkan apa yang dirasakan, menenangkan diri ketika marah, sedih, atau kecewa, serta mampu kembali beraktivitas setelah emosinya mereda. Keterampilan ini tidak muncul secara instan, tetapi berkembang melalui pendampingan yang konsisten dari orang tua, guru, dan lingkungan sekitar.
Dalam kegiatan Sinau Bareng, peserta diajak memahami beberapa strategi sederhana namun efektif untuk melatih regulasi emosi pada anak berkebutuhan khusus, yaitu:
- Orang Tua Mengelola Emosinya Terlebih Dahulu
Anak belajar dari apa yang mereka lihat. Orang tua yang mampu tetap tenang ketika menghadapi perilaku anak akan menjadi contoh terbaik. Anak akan belajar bahwa masalah dapat diselesaikan tanpa kemarahan atau bentakan. - Membantu Anak Mengenali Perasaannya
Ajarkan anak mengenal berbagai macam emosi, seperti senang, sedih, marah, takut, kecewa, atau bangga. Dengan memiliki kosakata emosi, anak akan lebih mudah mengungkapkan apa yang sedang dirasakan. - Memvalidasi Perasaan Anak
Saat anak sedang marah atau sedih, hindari langsung menyalahkan atau mengabaikan emosinya. Berikan respons yang menunjukkan bahwa perasaannya dipahami, misalnya, “Ibu tahu kamu sedang kecewa.” Validasi membuat anak merasa diterima dan lebih mudah belajar mengendalikan emosinya. - Mengajarkan Cara Menenangkan Diri
Anak perlu memiliki strategi untuk kembali tenang, seperti menarik napas dalam, menghitung angka, memeluk bantal, mendengarkan musik yang menenangkan, atau pergi ke sudut tenang (calm corner). Latihan ini perlu dilakukan secara rutin agar menjadi kebiasaan. - Mengenali Pemicu Emosi Anak
Setiap anak memiliki pemicu emosi yang berbeda. Ada yang mudah marah karena suara bising, perubahan rutinitas, rasa lelah, atau kesulitan berkomunikasi. Dengan mengenali pemicunya, orang tua dan guru dapat mengantisipasi serta membantu anak mengelola emosinya sebelum terjadi ledakan emosi.
Melalui kegiatan Sinau Bareng Strategi Melatih Regulasi Emosi, diharapkan orang tua dan guru semakin memahami bahwa regulasi emosi merupakan keterampilan yang dapat dipelajari dan dilatih secara bertahap. Dengan kolaborasi yang baik antara keluarga dan sekolah, anak-anak berkebutuhan khusus akan tumbuh menjadi pribadi yang lebih mandiri, percaya diri, serta mampu menghadapi berbagai tantangan dengan lebih tenang.
SLB Putra Harapan berkomitmen untuk terus menghadirkan kegiatan edukatif yang mendukung tumbuh kembang anak secara menyeluruh. Bersama orang tua dan seluruh tenaga pendidik, kita wujudkan lingkungan belajar yang aman, hangat, dan penuh kasih sayang bagi setiap anak.