
SLB Putra Harapan sukses menyelenggarakan Festival Dongeng dalam Pekan Literasi 2026 dengan tema “Aku Hebat dalam Setiap Cerita”. Kegiatan yang berlangsung pada 17–18 Juni 2026 ini menjadi puncak rangkaian Pekan Literasi yang sebelumnya diawali dengan berbagai kegiatan membaca, menyimak cerita, dan latihan bermain peran. Melalui festival ini, peserta didik diberikan kesempatan untuk menunjukkan kemampuan mereka dalam memahami cerita, mengekspresikan karakter, serta tampil percaya diri di hadapan guru, teman, dan orang tua.
Selama dua hari pelaksanaan, berbagai dongeng dan cerita ditampilkan oleh peserta didik dari berbagai jenjang dan kelas. Cerita yang dibawakan beragam, mulai dari kisah petualangan, cerita rakyat, hingga dongeng yang mengajarkan nilai kerja sama, keberanian, kepedulian, dan kejujuran. Setiap penampilan menjadi bukti bahwa literasi tidak hanya tentang membaca buku, tetapi juga tentang memahami pesan cerita dan menyampaikannya kembali melalui ekspresi, gerak, dialog, serta interaksi dengan orang lain.

Festival ini dirancang untuk mendukung perkembangan kemampuan bahasa, komunikasi, sosial, dan emosional peserta didik. Melalui latihan bermain peran, siswa belajar mengenali tokoh, memahami alur cerita, menghafal dialog sederhana, bekerja sama dalam kelompok, serta mengembangkan keberanian untuk tampil di depan umum. Proses tersebut menjadi pengalaman belajar yang bermakna sekaligus menyenangkan bagi setiap anak.

Selain menampilkan pertunjukan dongeng, terdapat apresiasi penghargaan Best Character kepada siswa terpilih di masing-masing kelas yang mampu menampilkan karakter tokoh dengan penuh penghayatan, ekspresi, dan kreativitas. Penghargaan ini diberikan bukan semata-mata untuk mencari yang terbaik, melainkan sebagai bentuk apresiasi terhadap usaha, keberanian, dan perkembangan yang ditunjukkan oleh peserta didik selama proses persiapan hingga penampilan berlangsung.

Melalui Festival Dongeng Pekan Literasi 2026, SLB Putra Harapan berharap budaya literasi dapat terus tumbuh dalam kehidupan sehari-hari peserta didik. Lebih dari sekadar sebuah pertunjukan, kegiatan ini menjadi ruang bagi anak-anak untuk menemukan potensi dirinya, membangun rasa percaya diri, mengembangkan keterampilan sosial, serta belajar bahwa setiap anak memiliki cerita, kemampuan, dan kehebatan yang layak untuk dihargai. Tema “Aku Hebat dalam Setiap Cerita” menjadi pengingat bahwa setiap peserta didik adalah tokoh utama dalam perjalanan belajarnya masing-masing.